6 Tips Cara Packing Carrier yang Baik dan Benar Sebelum Mendaki Gunung

6-Tips-Cara-Packing-Carrier-yang-Baik-dan-Benar-Sebelum-Mendaki-Gunung

Selamat kembali berjumpa sahabat alam, sudah mendaki berapa gunung? Oh ya, pernah tidak kalian mengalami kesulitan atau kebingungan bagaimana menata/packing barang-barang yang akan kita bawa dalam pendakian?

Nah pada kesempatan kali ini akan membahas tentang cara bagaimana supaya kita tidak kebingungan lagi mempacking carrier kita sebelum mendaki gunung.

Terkadang beberapa orang  yang baru mengenal dunia pendakian tentu akan diribetkan dengan barang bawaannya. Apalagi jika ingin melakukan pendakian berhari-hari, tentu semakin banyak pula barang yang akan dibawanya.

Dan kebanyakan pula dari mereka bingung cara packing atau menata barang barangnya secara tepat. Memang, jika kalian atau siapapun yang ingin mendaki gunung berhari-hari, dengan membawa banyak barang, jika tidak tepat menatanya dengan benar barang bawaannya tentu akan sangat menyulitkan diri sendiri.

Packing carrier dengan benar sebelum mendaki gunung adalah penting. Kenapa? Karena jika hal dasar ini tidak Anda lakukan dengan benar, Anda akan diberatkan barang bawaan Anda sendiri. Okay, jika kalian sedang mencari informasi tentang ini, mari simak ulasan berikut ini dengan seksama.

Ketahui Dahulu Karakteristik Carrier Yang Anda Miliki Dan Pelajari Fungsi Serta Kegunaannya

Sebelum membahas cara packing yang benar, alangkah baiknya Anda pelajari dengan detail kegunaan dan fungsi carrier yang Anda miliki.

Setiap merk/brand carrier berbeda tempat dan fungsinya walaupun masih sama kegunaannya. Namun rasanya percuma jika Anda memiliki carrier, akan tetapi tidak mengetahui fungsi dan kegunaannya.

Pada dasarnya semua carrier memiliki karakteristik masing-masing, artinya semakin mahal dan bagus brandnya, semakin lengkap dan nyaman ketika digunakan.

Saya tidak akan mempersoalkan tentang Anda harus memakai merk ini atau itu. Tentu Anda punya alasan tersendiri jika harus memilih carrier A, B, atau C. Pada dasarnya juga, setiap carrier tentu mempunyai bagian bagian terpenting, yakni bagian atas, tengah, bawah, kiri dan kanan, depan. Seperti apa sih cara packing yang benar itu? Jadi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Usahakan Barang Bawaan Dipetakan Sesuai Kegunaannya

Lakukan pemeakan barang bawaan dahulu. Contohnya seperti alat masak disendirikan, perlengkapan tidur, Baju, dan perlengkapan lainnya yang masih satu kesatuan disendirikan terlebih dahulu.

Hal ini berguna memudahkan Anda nantinya jika ingin membongkar kembali isi carrier tersebut. Barang bawaan dan kapasitas carrier harus Anda cermati terlebih dahulu.

Jika barang bawaan Anda banyak, tentu carrier yang Anda gunakan juga harus memadahi. Minimal Anda harus menggunakan carrier yang berkapasitas 60L.

2. Siapkan Perlengkapan Waterproof untuk Barang Bawaan

Hal ini menurut saya hanya rekomendasi saja. Tetapi menurut pengalaman, jika sedang ingin mendaki di musim penghujan hal ini cocok untuk diterapkan.

Maksud dari menyiapkan pengaman air itu adalah kresek/kantong plastik. Barang-barang yang sifatnya penting dan akan Anda gunakan saat di camp nanti seperti, sleeping bag, baju ganti, alat elektronik, logistik dll. Masukan barang-barang tersebut ke dalam kantong plastik supaya aman jika hujan pun datang.

Walaupun tidak menuntut kemungkinan sudah ada rain cover, tetapi jika kita tidak cermat, barang nantinya basah, Anda juga yang akan menanggung.

3. Bagusnya Matras Sebagai Frame Carrier Ataukah Tidak?

Nah, setelah Anda menyiapkan barang bawaan secara komplit, saatnya Anda memasuki tahap memasukan barang ke dalam carrier.

Tapi tunggu dulu guys, sebelum sampai di situ, membuat carrier nyaman tentu harus dengan benar cara menatanya. ada 2 tipe orang pendaki gunung, matras sebagai frame di dalam carrier, dan ada juga yang diletakkan di luar carrier (atas, samping, bawah).

Tetapi itu tidak menjadi masalah, tergantung kalian masing masing. Artinya begini, jika Anda membawa barang bawaan banyak atau Solo Hiking, tentu barang bawaan banyak.

Nah jika matras dijadikan frame tentu barang akan sedikit memaksa. Jadi jika bersolo hiking atau mendaki dengan 2 orang saja, matras jangan digunakan untuk frame karena akan memakan tempat.

Tipe orang yang kedua adalah pendaki rapi. Menjadikan matras sebagai frame di dalam carrier. Hal ini juga dapat membantu kalian menyeimbangkan barang bawaan dan carrier pun akan terlihat rapi.

Menurut saya, matras yang dijadikan frame ini sangat membantu dan direkomendasikan bagi kalian yang suka kerapian.

Caranya dengan menekuk matras hingga menjadi lingkaran panjang, lalu masukan ke dalam carrier, dengan catatan jangan terlalu sempit sehingga barang bawaan dapat masuk.

4. Bagian Bagian Inti Dalam Packing Carrier

Ketika mendaki gunung bukankah kita ingin barang bawaan kita tertata rapi dan tidak merasa begitu berat walaupun sejatinya berat? Baik, carrier didesain khusus untuk penggunanya guna meletakkan barang barang yang semestinya.

Berikut adalah cara menatanya :

  • Atas : Pada bagian atas, taruhlah barang barang yang sifatnya sering Anda gunakan atau dapat sewaktu waktu mudah untuk di ambil. Seperti camera, Perlengkapan Kesehatan (P3K), Sarung Tangan, Headlamp dan Barang ringan lainnya.
  • Tengah: Pada bagian tengah, Anda dapat mengisi barang yang sifatnya berat. Seperti tenda, logistik, perlengkapan masak. Jika barang barang berat tersebut diletakkan bagian tengah, maka beban di punggung juga akan terasa sedikit ringan. Berbeda jika barang tersebut diletakkan di bawah, Anda akan merasa berat dan tentu itu akan menyulitkan Anda. Pada bagian tengah juga terdapat tempat samping kanan dan kiri, tempat tersebut guna untuk meletakkan air mineral.
  • Bawah : Pada bagian bawah, adalah tempat barang barang yang ringan dan empuk. Seperti sleeping bag, baju ganti, jaket tebal. Karena barang barang tersebut yang pasti Anda menggunakan jika sudah mendirikan tenda.

5. Atur Posisi Carrier Agar Seimbang dan Nyaman

Cara packing carrier yang benar juga harus seimbang dan nyaman ketika mulai mendaki. Aturlah posisi carrier Anda dengan nyaman, tipsnya adalah bagian bawah harus di atas bokong/pantat Anda, atau bagian pinggul. Dengan posisi tersebut, bahu Anda juga tidak terlalu tertekan oleh carrier.

6. Tambahan

Seperti di atas adalah beberapa tips cara packing tas carrier yang benar menurut saya. Akan tetapi jika Anda mempunyai cara lain menurut Anda nyaman, cara ini hanya untuk rekomendasi saja.

Hal kecil yang sering kita lupakan ketika mendaki gunung adalah tentang estimasi sampah! Mengapa? Karena tentu kita mendaki membawa logistik yang banyak, sampah yang harus kita bawa turun juga banyak.

Pernah tidak kalian berfikir bagaimana cara meminimalisir hal ini? Menurut pengalaman, ketika kita mempersiapkan logistik hal ini terlebih dahulu dipersiapkan.

Sebagai contoh, misal kita membawa logistik/bahan makanan yang instan dan tentu itu akan menimbulkan sampah. Jadi alternatifnya adalah, ketika kita membawa mie instan sebanyak 15 bungkus misalnya, kita bisa mengupas bungkusnya terlebih dahulu sebelum dipacking dan dijadikan satu di dalam wadah/kresek untuk meminimalisirnya. Lain lagi misalnya membawa telur, Anda bisa meletakkan ke dalam nesting/cooking set supaya aman.

Dengan meminimalisir barang bawaan kita, tentu sampah yang akan dibawa turun juga tidak terlalu banyak. Hindari ruang kosong pada saat packing, jika ada ruang yang kosong, tentu selain keseimbangan berkurang Anda juga kehilangan untuk menghemat tempat.

Mungkin itu saja yang dapat dishare tentang cara packing carrier yang benar. Bahwa mendaki gunung adalah suatu upaya dimana kita dapat belajar tentang merencanakan sesuatu yang matang, dan upaya kita dapat bertadabbur alam, menikmati keindahan dan mengenal lebih dekat dengan karya Allah SWT. Salam lestari!

5 Kampus Farmasi Berkualitas Di Indonesia

5-Kampus-Farmasi-Berkualitas-Di-Indonesia

Apoteker? Pernahkah Anda memikirkan bagaimana Anda bisa bekerja sebagai apoteker? Langkah apa yang perlu diambil untuk menjadi seorang apoteker?

Bagi Anda yang dulu bertanya-tanya bagaimana menjadi seorang apoteker, salah satunya Anda harus masuk ke Jurusan Farmasi.

Jurusan Farmasi adalah bidang studi yang mempelajari kedokteran. Jika Anda memasuki jurusan ini, Anda akan belajar tentang manfaat dari berbagai obat, cara menggunakan obat ini, bahan-bahan dalam pengobatan, dan banyak lagi tentu saja.

Bagi Anda yang ingin bekerja di bidang kesehatan, selain menjadi dokter atau perawat, Anda dapat memilih Jurusan Farmasi ini.

Lalu apa prospek pekerjaan jika Anda memasuki jurusan ini? Anda tidak perlu khawatir, lulusan Jurusan Farmasi tidak hanya menjadi apoteker. Masih banyak profesi lain yang bisa Anda coba, seperti menjadi ahli kecantikan atau ahli bioteknologi.

Nah, bagi Anda yang tertarik, ada 5 kampus dengan Jurusan Farmasi terbaik di Indonesia. Anda ingin tahu di mana itu? Ayo, simak penjelasannya berikut ini.

Kampus-Universitas-Gadjah-Mada

  1. Universitas Gadjah Mada

Awalnya, Jurusan Farmasi di UGM memiliki empat bidang spesialisasi, termasuk Farmasi Klinik dan Komunitas, Farmasi Bahan Alami, Farmasi Sains dan Teknologi dan Farmasi Industri.

Namun, sejak 2015 sistem ini telah diubah dan dijadikan paket kursus. Jurusan Farmasi UGM menerima sebanyak 60 siswa melalui SNMPTN.

Luar biasa untuk jurusan ini, jalur SBMPTN hanya menerima 100 siswa dari lebih dari 3000 orang yang mendaftar. Sangat luar biasa bukan.

Kampus-Universitas-Padjadjaran

  1. Universitas Padjadjaran

Universitas Padjadjaran adalah salah satu kampus terbaik dan favorit di Jawa Barat dan bahkan Indonesia. Unpad memiliki beberapa jurusan yang berhasil menduduki posisi terbaik di Indonesia, salah satunya adalah Jurusan Farmasi.

Fakultas Farmasi Unpad memiliki empat jurusan, termasuk Jurusan  Analisis Farmasi dan Kimia Obat-obatan, Biologi Farmasi, Farmakologi dan Farmasi Klinik, serta Farmasi dan Teknologi Farmasi.

Ternyata di Unpad jumlah peminat di Jurusan Farmasi melalui rute SBMPTN mencapai 4000 orang dengan kuota kursi hanya untuk 80 siswa. Kemudian, untuk jalur SNMPTN, hanya ada 40 orang. Wow!

Kampus-Universitas-Andalas

  1. Universitas Andalas

Di Sumatera Barat ada juga kampus yang merupakan kebanggaan dan favorit masyarakat Kota Padang dan sekitarnya. Yap, tidak salah lagi, kampusnya adalah Universitas Andalas.

Di Universitas Andalas, ia memiliki lima jurusan terbaik dan paling favorit, salah satunya adalah Jurusan Farmasi. Jurusan Farmasi di Unand telah menjadi jurusan terbaik kelima.

Jurusan ini juga memiliki akreditasi loh. Kapasitas di jurusan  ini adalah 45 siswa dari jalur SNMPTN dan 60 siswa dari jalur SBMPTN. Meski berada di luar Pulau Jawa, peminat Jurusan Farmasi di Unand mencapai lebih dari 2.000 orang.

Kampus-Institut-Teknologi-Bandung

  1. Institut Teknologi Bandung

Jurusan Farmasi di ITB memiliki sejarah panjang. Berbeda dengan kampus-kampus lain, di ITB penamaan beberapa fakultas memang agak sedikit berbeda, salah satunya adalah fakultas yang menampung Jurusan Farmasi, Sekolah Farmasi ITB.

Di Sekolah Farmasi ada dua jurusan, yaitu Ilmu dan Teknologi Farmasi serta Farmasi Klinik dan Komunitas. Sementara kapasitas di Sekolah Farmasi dihitung berdasarkan jumlah siswa yang diterima dari dua jurusan, setiap tahun ada sekitar 60 siswa yang diterima.

Kampus-Universitas-Indonesia

  1. Universitas Indonesia

Tidak heran jika banyak jurusan di UI memiliki predikat terbaik di Indonesia, salah satunya adalah Jurusan  Farmasi. Jurusan  Farmasi di UI berada di bawah naungan Fakultas Farmasi.

Fakultas Farmasi relatif muda karena baru dibuka pada tahun 2011. Jurusan  ini memiliki dua program kelas, yaitu reguler dan paralel. Kapasitas untuk jurusan ini adalah sekitar 90 siswa diterima.